
Urupedia.id- Puisi ini saya persembahkan kepada mereka yang di hempaskan keagamaan. Iman yang meredup dan dunia yang menjadi asing.
Kekasih di antara Kehilangan
Oleh Krisna Wahyu Yanuar (22/Juli/2026)
Tak beberapa kali di rumah ibadah.
Tak kunjung ku temukan dirimu, oh kekasih..
Yang ada hanyalah iman- iman yang megah..
Berkilauan emas dan ego yang lirih..
Ku cari jejakmu dalam pengkhotbah..
Yang ada hanyalah kitab- kitab sunyi terperangah..
Maka aku keluar dari bangunan-bangunan suci, menyusuri jalan yang dipenuhi debu dan luka.
Barangkali kau ada dengan jejak pendosa.
Tapi kau tetap tiada.
Jalan ini sunyi melebar di dada.
Kau sama sekali diam.
Hanya aku dan ada dalam persemayaman.
Peziarah Tanpa Pintu
Oleh Krisna Wahyu Yanuar (21/Juli/2026)
Aku berziarah ke rumahmu..
Dengan rapalan doa yang tak selesai..
Menyayat dzikir dalam baitmu,
Mengumandang fikir dalam sunyi.
Tapi rumahmu hanya lautan yang bergelombang..
Yang tak kunjung tenang..
Aku mengetuk ombak,
namun yang membuka hanyalah angin.
Kukirim namamu bersama buih,
lalu laut mengembalikannya sebagai sepi.
Barangkali rumahmu bukan lagi alamat,
melainkan arah yang tak dapat dipeta.
Sedang aku hanyalah peziarah
yang belajar bahwa rindu
tidak selalu menemukan pintunya..





