
Cinta memang selalu menagih harganya, sebab penawar bagi luka tak pernah dijual murah.
Untuk sembuh, memang harus menanggung ngilu—merelakan yang paling keras dipeluk jatuh ke tanah.
Untuk sembuh, memang harus menyalib diri sendiri—menggorok sisa harap dan membiarkan jantung berdetak tanpa tuan.
Untuk sembuh, memang harus menggelar perjamuan—mengunyah luka, dan menelan paksa ingatan agar lekas mati.
Lakukan dengan rakus.
Sebab di meja ini, sisa-sisa perjamuan tak pernah sudi berakhir sia-sia.
Ahmad Nur Fadil






