Sastra

Perjamuan Mengunyah Luka

×

Perjamuan Mengunyah Luka

Sebarkan artikel ini

Sebuah sajak tentang harga paling mahal untuk sembuh dari patah hati dan melepaskan masa lalu.

Cinta memang selalu menagih harganya, sebab penawar bagi luka tak pernah dijual murah.

Untuk sembuh, memang harus menanggung ngilu—merelakan yang paling keras dipeluk jatuh ke tanah.

Untuk sembuh, memang harus menyalib diri sendiri—menggorok sisa harap dan membiarkan jantung berdetak tanpa tuan.

Untuk sembuh, memang harus menggelar perjamuan—mengunyah luka, dan menelan paksa ingatan agar lekas mati.

Lakukan dengan rakus.

Sebab di meja ini, sisa-sisa perjamuan tak pernah sudi berakhir sia-sia.

Ahmad Nur Fadil

Advertisements
Sastra

“Koran, koran, korannya, Mas, Mbak.” Seorang gadis yang…

Sastra

Detik berubah menjadi detak Membawa hangat yang tak…

Sastra

Kau masih terindah Kau datang lalu pergi begitu…

Sastra

“Assalamualaikum warohmatulloh“ Aku menutup sholat dhuha dengan salam…