Berita

PAC IPNU IPPNU Kauman Perkuat Eksistensi Budaya Jawa Dikalangan Pelajar

×

PAC IPNU IPPNU Kauman Perkuat Eksistensi Budaya Jawa Dikalangan Pelajar

Sebarkan artikel ini

PAC IPNU IPPNU Kauman perkuat Eksistensi Budaya Jawa dikalangan pelajar - urupedia

Tulungagung – blue-finch-787250.hostingersite.com, PAC IPNU IPPNU Kauman perkuat Eksistensi Budaya Jawa dikalangan pelajar dengan mengadakan acara Gladhen bahasa jawa diadakan oleh Departemen Olahraga seni dan Budaya PAC IPNU IPPNU Kauman, yang diselenggarakanpada tanggal (29/08/2021) secara offline untuk yg internal PAC IPNU IPPNU Kauman dan juga di siarkan langsung melalui media zoom untuk PR IPNU IPPNU Se Kecamatan Kauman.

Pada acara tersebut diisi oleh Bapak Supanji, S.Pd beliau adalah guru di SMPN 1 Gondang dan juga salah satu penggiat budaya Jawa yang  terkenal di Tulungagung. Kiprahnya juga sudah sampai ke Yogjakarta, Solo dan sekitarnya. 

Gegha selaku ketua IPNU PAC Kauman menjelaskan bahwa acara itu didasari oleh kurangnya eksistensi aksara jawa dikalangan generasi muda dan sebagai upaya mewujudkan pelajar NU (Nahdlatul Ulama) yang memiliki jiwa kepedulian terhadap tradisi dan budaya jawa. 

PAC IPNU IPPNU Kauman perkuat Eksistensi Budaya Jawa dikalangan pelajar - Urupedia

Acara ini merupakan program kerja yang telah direncanakan oleh departemen Olahraga Seni dan Budaya guna  untuk mewujudkan nilai budaya jawa dikalangan pelajar NU. Pada acara tersebut cukup lancar, pemateri cukup handal dalam menjelaskan dan juga mudah di mengerti serta peserta juga sangat antusias mengikutinya. 

Kegitan itu diawali dengan pembukaan kemudian dilanjutkan penyampaian materi selama satu jam, setelah itu ada sesi penugasan untuk peserta, kemudian ada sesi penyerahan cindera mata kepada narasumber dan diakhiri dengan sesi foto bersama

“Kegiatan ini intinya adalah penyampaian materi tentang aksara jawa”. Ucap Geghaa Ketua IPNU Kauman

Ia juga berpesan semoga ilmu yang tersampaikan bisa terserap dan diamalkan, serta untuk kegiatan kedepannya lebih baik dalam pelaksanaannya.

Penulis : Septhia Eka

Editor : Munawir Muslih. M

Advertisements

Respon (62)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *