
Blitar, Urupedia.id – PAC (Pimpinan Anak Cabang) IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) Srengat Kabupaten Blitar menggelar acara Dialog Interaktif dalam rangka puncak Hari Lahir (Harlah) IPNU ke-68 IPPNU ke-67, Minggu (13/03/2022).
Semarak Peringatan Harlah ini bertempat di Pondok Pesantren Darur Roja’ Kecamatan Srengat dan dihadiri oleh pengurus NU setempat, Pembina IPNU IPPNU dan Pengurus PAC IPNU IPPNU Srengat.
Dalam dialog Interaktif kali ini mengusung tema “IPNU IPPNU Dulu, Sekarang dan Masa Depan” dengan menghadirkan dua narasumber yaitu Choirul Hubtadi’in (Domisioner) Ketua Pengurus Wilayah IPNU Jawa Timur dan KH. Amiruddin Fahruda (Demisioner Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda ANSOR Kab. Blitar.
Mega Alfi Nafik Muzaki, Ketua PAC IPNU Srengat menuturkan acara tersebut diadakan sebagai refleksi Harlah IPNU IPPNU.
“Tujuannya agar kader IPNU IPPNU selalu melek dengan wacana terbarukan agar menjadi kader inovatif dan progresif,” jelasnya.
Dia juga menambahkan tentang pentingnya mengingat bagaimana tirakatnya para ulama-ulama terdahulu. Dimana nnanti pada zaman yang akan datang tentunya akan lebih modern lagi dari pada zaman sekarang.
“Jadi, dengan adanya teknologi serba instan, perlu juga memperhatikan sikap spiritual para ulama terdahulu karena kebarokahan itu adalah segalanya,” tambahnya.

Mengenai tema yang diusung, Mega beranggapan IPNU dari pada dulu, sekarang dan masa depan ialah dengan kita melihat IPNU pada waktu zaman dahulu, mulai terbentuknya hingga sekarang dengan melihat siapa tokohnya, bagaimana mereka berkiprah di Nahdlatul Ulama, dan bagaimana memperjuangkan Nahdlatul Ulama, dan juga perlu memperhatikan apa yang beliau lakukan baik dari segi ruhaniyah maupun amaliyah.
“Seperti contohnya, bagaimana ibadahnya beliau, sikap beliau kepada orang tua dan guru-guru, dan sikap dalam bersosial bernegara sekalipun”, tambahnya.
Melalui harlah ini Mega berharap kedepannya IPNU IPPNU bukan hanya mementingkan apa itu dunia tapi juga harus mencontohkan bagaimana IPNU IPPNU pada zaman terdahulu ketika memperjuangkan organisasinya. Karena kita tahu sendiri bahwa sekarang sudah eranya modern new technology, new community, new economy, dan new politic.
Semarak ini di kemas begitu bagus karena para peserta sangat antusias selama acara berlangsung. Muhammad Yuhyil Ngadzim, salah satu peserta dialog mengaku senang sekali mengikuti acara dialog interaktif ini, karena dapat menambah pengalaman, wawasan, dan mendorong semangat untuk belajar lebih banyak lagi.
“Untuk agenda semacam ini yang baru saja terselenggara, saya berharap sering-sering saja menfokuskan pada acara yang serupa baik dikemas dalam forum seminar, diskusi, podcast, atau semacamnya. Dan harapannya bisa membuat produk berupa pergerakan dari materi yang sudah di dapat membuat perkumpulan seperti yang sudah dicontohkan dalam forsa,” kenangnya.
Penulis: Nella Hanatul
Editor: Munawir Muslih
Untuk mendapatkan berita dan tulisan ter-update dari kami bisa bergabung ke grup Telegram melalui link berikut (KLIK DISINI)






