
Urupedia – Menjawab azan menjadi kesunahan bagi umat muslim ketika mendengarnya. Perinah ini terdapat dalam hadist yang diriwayatkan oleh Sahabat Abdullah bin ‘Amru bin ‘Ash:
إِذَاسَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُوْلُوْا مِثْلَ مَا يَقُوْلُ
“Ketika kalian mendengar orang yang azan, maka jawablah seperti halnya kalimat yang dikumandangkan olehnya.” (HR. Muslim)
Maka ketika seseorang sedang beraktivitas yang berkaitan dengan pembicaraan, sebaiknya menghentikan pembicaraan sejenak guna mendengar dan menjawab azan yang sedang berkumandang.
Lantas dalam hal belajar mengajar para Ulama berpandangan bahwa hal yang lebih diutamakan dalam keadaan tersebut adalah berhenti dari aktivitas belajar mengajar guna mendengarkan dan menjawab azan.
Pandangan demikian dilandasi karena belajar mengajar adalah suatu ibadah yang dapat dilakukan kapan pun tanpa dibatasi oleh waktu, sedangkan menjawab adzan adalah sebuah kesunahan yang hanya berlaku saat adzan berkumandang saja.
Sehingga, hal yang baik ketika dua hal ini terjadi secara bersamaan adalah mendahulukan ibadah yang dilaksanakan berdasarkan batas waktu tertentu agar kesunahan tidak menjadi hilang, yang dalam hal ini adalah menjawab adzan.
Pandangan di atas sesuai keterangan yg terdapat dalam kitab Busyra al-Karim:
ويسن (أن يقطع القراءة) ونحو الذكر كتدريس وإن كان واجبا لأنه لا يفوت بخلاف الإجابة
“Disunahkan untuk memutus membaca Al-Quran dan dzikir seperti mengajar meskipun merupakan hal yang wajib. Sebab sesungguhnya (anjuran) mengajar itu tidak akan hilang, berbeda halnya dengan menjawab adzan.” (Syekh Said bin Muhammad Ba’asyin al-Karim hal. 192)
Meski demikian, terdapat pandangan yang berbeda dalam madzhab Hanafiyah terkait hal ini. Bahwa hal yang baik untuk dilakukan dalam kondisi ini ialah tetap melanjutkan belajar mengajar. Seperti dikutip dalam kitab Fathu al-‘Alam:
ورأيت بهامش كتاب الوسم للعلامة الحلواني نقلا عن الحنفية ما يفيد عدم قطع قراءة العلم الشرعي لأجل الإجابة. ونصه قال الحنفية: ويجيب من سمع المؤذن ولو جنبا لا حائضا ونفساء وسامع خطبة ومن في صلاة ولو جنازة، وجماع وبيت خلاء وأكل وتعليم علم شرعي وتعلمه، بخلاف قرآن لأنه لا يفوت بالإجابة بخلاف التعلم. فعلى هذا لو يقرأ تعليما وتعلما لا يقطع كما قاله السائحاني
“Aku melihat di hamisy (pinggir) kitab al-Wasm milik Imam Allamah al-Halwani menukil dari pendapat Hanafiyah, berupa keputusan keterangan tidak dianjurkan memutus membaca ilmu syar’I karena tujuan menjawab adzan. Berikut redaksinya: Berkata para ulama Hanafiyah bahwa dianjurkan menjawab orang yang adzan meskipun dalam keadaan junub, tidak (dianjurkan menjawab) bagi prang yang haid, nifaas, orang yang sedang mendengarkan khutbah dan orang yang sedang melaksanakan shalat, walaupun berupa shalat jenazah, orang sedang bersetubuh, orang berada di WC, orang yang sedang makan dan orang yang sedang mengajarkan ilmu atau sedang mempelajari ilmu. Berbeda halnya bagi orang yang sedang membaca Al-Qur’an sebab (anjuran) membaca Al-Qur’an tidak akan hilang dengan sebab menjawab adzan, tak seperti mempelajari ilmu. Berpijak pada hal ini, orang yang sedang mengajarkan ilmu atau mempelajari ilmu tidak dianjutkan untuk memutusnya (untuk menjawab adzan) seperti halnya pendapat yang dikemukakan imam as-Saihani.” (Muhammad bin Abdullah Al-Jurdani, Fthu al-‘Alam bi Syarh Mursyid al-Anam, Juz 2, Hal.110)
Berdasarkan perbedaan pandangan dalam menyikapi hal ini, perlu diingat bahwa perbedaan tradisi yang terdapat di pesantren-pesantren yang dilakukan oleh para Kiai ketika sedang mengajar, terkadang ada kiai yang memilih untuk melanjutkan mengajar, kadang ada pula yang memilih untuk berdiam dan beralih menjawab azan.
Pilihan sikap tersebut memiliki dalilnya masing-masing sehingga tidak baik jika berprasangka buruk pada Kiai yang melanjutkan mengajar meski azan sedang berkumandang.
Begitu juga bagi siapa pun yang merasa dilematis pada saat belajar ataupun mengajar, lalu di pertengahan aktivitas mendengar azan, maka boleh baginya untuk memilih melanjutkan ataupun diam dan menjawab azan, meski hal yang baik adalah diam dan menjawab adzan, sebab pendapat ini merupakan pendapat yang dijadikan pijakan oleh mayoritas ulama.
Wallahu a’lam
Penulis: Nella Hanatul
Editor: Munawir Muslih
Sumber: Buku “Seputar Ibadah Keseharian”, Ali Zainal Muhammad







Awesome blօg! Do you have any suggestions for aspiring
wrіters? I’m hopіng to stаrt mу own blog soon but I’m
a little lost on everythіng. Would you recommend starting wіth a
free platform like WordPress or go for a paid option? There are so many choices out there that I’m totally overwheⅼmed ..
Any suggestions? Many tһanks!
Feel free to surf to my webpage fintechbase
Wow, that’s what I was looking for, what a data!
existing here at this website, thanks admin of this site.
Woah! I’m really digging the template/theme of this blog.
It’s simple, yet effective. A lot of times it’s hard
to get that “perfect balance” between user friendliness and visual appearance.
I must say that you’ve done a fantastic job with this.
Also, the blog loads super quick for me on Firefox.
Outstanding Blog!
If some one needs expert view about blogging then i advise him/her to pay a quick visit
this web site, Keep up the fastidious job.
Thanks for ones marvelous posting! I genuinely enjoyed reading it, you can be
a great author.I will remember to bookmark your blog and definitely will come back someday.
I want to encourage continue your great work, have a nice day!
Hey I am so grateful I found your weblog, I really found you
by accident, while I was researching on Bing for something else,
Anyhow I am here now and would just like to say many thanks for a marvelous post and a all
round enjoyable blog (I also love the theme/design), I don’t have time to go through it all at the
moment but I have book-marked it and also added your RSS feeds, so when I have time I will be back to read a great deal more, Please do keep up the superb jo.
Having read this I believed it was extremely informative.
I appreciate you taking the time and energy to put this content together.
I once again find myself personally spending way too much
time both reading and leaving comments. But so what, it was still worthwhile!
Post writing is also a fun, if you know afterward you can write otherwise it is difficult to write.
Great post. I will be experiencing many of these issues as well..
Simply desire to say your article is as surprising. The clearness in your post
is just excellent and i could assume you are an expert on this subject.
Well with your permission allow me to grab your RSS feed to keep updated with forthcoming post.
Thanks a million and please continue the gratifying work.
Hello would you mind sharing which blog platform you’re using?
I’m going to start my own blog in the near future but I’m having
a hard time deciding between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal.
The reason I ask is because your layout seems different then most blogs and I’m looking for something
unique. P.S Sorry for being off-topic but I had to ask!
What’s up, I read your new stuff daily. Your humoristic style is witty, keep doing what you’re
doing!
Every weekend i used to pay a visit this web page, because i want enjoyment, as this this web page
conations genuinely pleasant funny material too.
Hey There. I found your blog using msn. This is a really well written article.
I’ll make sure to bookmark it and come back to read more of your useful info.
Thanks for the post. I will certainly comeback.
When I initially left a comment I appear to have clicked
on the -Notify me when new comments are added- checkbox and now each time
a comment is added I receive four emails with the exact same comment.
There has to be a means you can remove me from that service?
Appreciate it!