Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
OpiniPendidikan

Merdeka Sebelum Kurikulum Merdeka

×

Merdeka Sebelum Kurikulum Merdeka

Sebarkan artikel ini
Merdeka Sebelum Kurikulum Merdeka
Baret dan Bu Al SMPN 2 SUMOBITO, guru kurikulum merdeka terbaik

Urupedia Berbicara tentang sosok merupakan representatif tentang seseorang. Orang yang memiliki pengaruh baik dalam tutur dan bersikap. Bersikap layaknya sang pemberi inspirasi, inspirasi disini datangnya dari sosok guru dan dimana ada guru tentunya akan ada aku si murid yang di kira gila.

Dengan kata lain, sosok inspiratif merdeka belajar kini adalah guru dan aku. Mengapa dikatakan demikian, karena sejatinya setiap guru dan murid sudah dibekali dengan jiwa dan raga yang dapat menginspirasi. Bisa dikatakan bahwa belajar kini tidak lagi membosankan, karena guru dan murid makin hari menyadari bahwa setiap mereka memiliki kemampuan atau sebagai pelaku inspiratif itu sendiri. Seperti kebijakan merdeka belajar yang telah diberlakukan di Indonesia.

Semarak merdeka belajar ini, benar- benar telah memberikan kesempatan kepada guru dan murid untuk lebih dekat dan akrab sebagai masing-masing individu belajar, belajar untuk memahami, mengerti, memperhatikan dan memberi juga memotivasi satu dengan yang lainnya. 

Contoh, seorang guru belajar memperhatikan muridnya, yang dimana murid tersebut masih dalam perasaan yang tertekan ketika menerima pelajaran yang mungkin saja tidak terlalu diminati, namun si murid tersebut harus menerimanya karena itu merupakan kewajibannya.

Saat memahami dan menjabarkan beberapa variabel baik terikat dan terkontrol mengenai kurikulum merdeka yg sedang di jalan kan di negara kita ini. Penulis teringat akan seseorang guru Bahasa Indonesia sewaktu sekolah di SMPN 2 Sumobito sebut saja Bu AL, penulis anggap beliau sudah menerapkan kurikulum “merdeka” di tahun 2012 dan bahkan mungkin lebih efektif dari kurikulum merdeka yang di terapkan sekarang ini. Ini bukanlah kerangka penulis sedang menilai dan mengevaluasi sosok guru Bahasa Indonesia sewaktu SMP tapi lebih kepada bercerita kehebatan beliau dalam menyampaikan materi pelajaran bahasa Indonesia, sehingga penulis dapat membuat artikel ini adalah jasa beliau.

Beliau dalam mengajar berfokus pada materi esensial sehingga pembelajaran lebih mendalam. Waktu lebih banyak untuk pengembangan kompetensi dan karakter melalui cerita inspiratif mengedepankan gotong royong siswa sehingga dapat mempunyai IQ, EQ dan SQ yang hebat, serta capaian pembelajaran per fase terpenuhi dan jam pelajaran yang fleksibel mendorong pembelajaran yang menyenangkan dan relevan dengan kebutuhan pelajar.

Sampai saat ini penulis sangat bangga karena penulis pernah diajar sesosok guru yang visioner seperti beliau yang memiliki kepekaan terhadap muridnya. Sehingga beliau mencari cara bagaimana membantu muridnya, seperti menemukan atau mengganti strategi belajar dalam kelas atau di luar kelas, atau sekedar berbicara langsung, sekaligus menanyakan dan memberikan motivasi kepada murid tersebut untuk mencoba dan berusaha untuk tetap mau belajar dan tetap semangat hal tersebut sejalan seperti sistem kurikulum merdeka saat ini.

Di sisi lain, si murid dapat memberikan inpiratif kepada guru yaitu dengan membuat si guru lebih akrab dan lebih ramah kepada murid, karena guru saat ini juga dianggap sosok yang mungkin kaku atau tidak bisa diajak bicara atau sharing pengetahuan, karena status guru dan murid itu berbeda. Guru sebagai pemberi informasi dimana guru dianggap lebih banyak pengetahuan dan pemahaman, sedangkan si murid hanya sebagai penerima informasi yang diberikan oleh guru. Jadi, disini dapat dipahami bahwa kebijakan yang sudah diindahkan ini sangat-sangat membantu sebagai terciptanya karakter dan mental yang kuat tapi ramah. 

Selain itu, murid yang berada pada zona merdeka belajar ini menjadi berbeda, dan perbedaan dapat dilihat bagaimana murid membangun hubungan yang baik kepada gurunya juga terhadap temannya sendiri. Sehingga mengurangi bullying, mengapa bisa mengurangi bullying, karena biasanya pembulian terjadi adanya sikap atau tutur yang meremehkan atau menindas pada kekurangan orang lain, dengan adanya Merdeka Belajar diharapkan dapat mengurangi hal tersebut. 

Dengan kata lain bahwa setiap murid bahkan guru menyadari bahwa tidak ada yang sempurna, sehingga motivasi atau keinginan untuk belajar itu sangat tinggi, belajar bukan hanya tentang mata pelajaran disekolah, universitas atau dilembaga pendidikan lainnya. Tapi belajar disegala aspek kehidupan, belajar untuk menghargai, menghormati dan memahami itu juga sangat penting, menerima perbedaan antara satu individu dengan individu lainnya dan mampu memberikan inspirasi dan motivasi agar lebih baik dan belajar dari kekurangan sebelumnya. Guru yang belajar untuk meningkatkan mutu pengajarannya dan murid meningkatkan rasa ingin tahunya dan menciptakan suasana dan sikap belajar yang baik.

Sekali lagi penulis sampaikan artikel ini tidak untuk menilai dan mengevaluasi apalagi menjatuhkan para pekerja tanpa tanda jasa.

Kesimpulannya semarak merdeka belajar ini sangat mampu membantu setiap individu belajar, mampu menciptakan dan menghasilkan sosok inspiratif merdeka belajar.

Respon (60)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *