Sastra

Kala Alam Sumatera Berteriak

×

Kala Alam Sumatera Berteriak

Sebarkan artikel ini

Urupedia.id- Deru angin topan datang menghempas

meluluhlantakkan puing tak berbekas

Tanah tergulung tanpa belas

air banjir tak terbendung melintas

jerit anak manusia kian memelas

Segulung ombak berulang menerjang

bukan dari laut, tapi luapan sungai

melahap apapun yang menghadang

aneka barang remuk tak berbentuk

puluhan bayi hilang dari buaian

Setumpuk sampah mulai gelisah

tersengat bau busuk merebak resah

seluruh bangunan berpuing dengan tanah

Mengapa hidup harus berkeluh kesah

Kepada Ilahi marilah berserah

Segumpal awan mulai berarakan

pertanda sebentar lagi hari kan hujan

Kini warga hidup tanpa kepastian

cemas seakan banjir menyapu permukiman

hanya secuil bantuan yang diharapkan

Mari berbenah agar semua lega

meski mayat keluarga tergeletak di mana-mana

sepanjang zaman muncul bencana

pertanda kelakuan manusia hina dina

memakan hajat hidup saudaranya

Gelondongan kayu hanyut disapu

mata air pun hilang berbulan-bulan lalu

ratusan hektare tanaman melayang

terkikis tanah, longsor ke daerah rendah

itulah akibat para pendosa yang berulah

Pengolahan tanah tanpa etika

sisakan kerugian bagi banyak jiwa

Memang hidup di dunia penuh dinamika

tapi waspadalah selalu, jaga hutan kita

berdamai dengan alam, lestari tuk cucu kita

Bekasi, 15 Desember 2025

Oleh: Syaiful Rahman, S.Pd., Gr.

Advertisements
Sandiwara_Canva_Al Fatih
Sastra

Urupedia-Aku tak ingin mencintaimu seperti cintanya Prabowo kepada…

Gambar Al Fatih-Canva-Berkelana
Sastra

Malam itu suasana terasa sangat dingin. Bunyi jangkrik,…

Sastra

Semilir angin menerjang rambutkuMengiringi langkah kakiku menuju taman…