
Urupedia.id- Deru angin topan datang menghempas
meluluhlantakkan puing tak berbekas
Tanah tergulung tanpa belas
air banjir tak terbendung melintas
jerit anak manusia kian memelas
Segulung ombak berulang menerjang
bukan dari laut, tapi luapan sungai
melahap apapun yang menghadang
aneka barang remuk tak berbentuk
puluhan bayi hilang dari buaian
Setumpuk sampah mulai gelisah
tersengat bau busuk merebak resah
seluruh bangunan berpuing dengan tanah
Mengapa hidup harus berkeluh kesah
Kepada Ilahi marilah berserah
Segumpal awan mulai berarakan
pertanda sebentar lagi hari kan hujan
Kini warga hidup tanpa kepastian
cemas seakan banjir menyapu permukiman
hanya secuil bantuan yang diharapkan
Mari berbenah agar semua lega
meski mayat keluarga tergeletak di mana-mana
sepanjang zaman muncul bencana
pertanda kelakuan manusia hina dina
memakan hajat hidup saudaranya
Gelondongan kayu hanyut disapu
mata air pun hilang berbulan-bulan lalu
ratusan hektare tanaman melayang
terkikis tanah, longsor ke daerah rendah
itulah akibat para pendosa yang berulah
Pengolahan tanah tanpa etika
sisakan kerugian bagi banyak jiwa
Memang hidup di dunia penuh dinamika
tapi waspadalah selalu, jaga hutan kita
berdamai dengan alam, lestari tuk cucu kita
Bekasi, 15 Desember 2025
Oleh: Syaiful Rahman, S.Pd., Gr.






