
Trenggalek, Urupedia.id – Tim Media Urup bersama Ansor dan IKA PMII ( Ikatan Keluarga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) menggelar Bedah Buku Fenomenal dan Istimewa, yaitu buku “Kiai-Kiai Khos di Belakang Gusdur” bersama Fathul H. Pranatapraja pada Ahad, (13/02/2022) yang di pusatkan di Aula Gedung PCNU Trenggalek.
Munawir Muslih, Ketua Media Urup menjelaskan, bahwa latar belakang kegiatan ini guna mengajak masyarakat Trenggalek dalam mengasah pengetahuan, salah satunya tentang tokoh ulama Nahdlatul Ulama dengan Bedah Buku Kiai-Kiai Khos di Belakang Gus Dur. Selain itu, alasan memilih buku ini untuk dibedah karena merupakan buku fenomenal yang perlu diketahui oleh masyarakat luas, khususnya anak muda.
“Untuk mendukung adanya acara bedah buku ini, kami juga menyediakan bazar buku yang dilangsungkan selama dua hari, yaitu Ahad-Senin, 13-14 Februari 2022,” tambahnya.
Sang penulis buku Fathul H. Pranatapraja mengaku bahwa menulis buku ini sebenarnya di latar belakangi oleh keinginannya menulis namun tidak mendapat referensi sama sekali selama satu bulan. Kemudian seusai bercerita kepada teman dekatnya selang waktu sehari setelah itu, saat itulah awal mula Fathul mendapat petunjuk untuk menulis buku ini diawali dengan isyaroh mimpi dari temannya yang di datangi oleh Gusdur.

“Sebelum buku ini tercetak ada proses yang sangat panjang. Saya melakukan ziarah ke makam KH. Hasyim Asy’ari terlebih dahulu untuk meminta izin dan ridho darinya selaku tokoh pendiri NU. Setelah itu saya mendapatkan isyaroh untuk sebelum menulis buku saya harus membaca surah Al-Kahfi, surah Yasin, dan tahlil yang harus diulang tidak hanya sekali namun harus puluhan kali. Barulah setelah itu saya mendapatkan banyak referensi yang kemudian saya tuangkan isi pikiran yang sudah disinkronkan dengan hasil referensi yang saya peroleh,” Ungkap Fathul H. Pranatapraja.
Fathul juga menambahkan bahwa dalam buku ini selain membahas kaitan Kiai-Kiai Khos di belakang Gusdur, juga disampaikan ada beberapa pemikiran Gusdur kaitan pemimpin dan politik. Hal inilah yang perlu juga diketahui oleh pemuda, karena pemuda saat ini adalah pemimpin hebat di masa depan.
Khoirul Fata selaku pembanding pertama menyatakan penulis ingin menyampaikan kepada pembaca bahwa Kiai-Kiai Khos ini ada, tidak hanya sekedar imajiner. Penulis memiliki metode penulisan tersendiri untuk mengungkap dengan tulisannya jika dibandingkan dengan penulis pada umumnya.
“Buku ini menarik karena mampu memicu seorang pembaca untuk menjadi lebih kritis lagi tentang kebenarannya. Pandangan saya sendiri sebenarnya kurang begitu percaya bahwa Kiai-Kiai Khos ini real tapi sebenarnya hanya sebuah retorika yang dilambungkan. Namun penulis juga perlu menambah referensi lagi kaitan karya-karya yang hampir serupa agar lebih valid lagi isinya,” pungkas Khoirul Fata.
Adapun pernyataan Taufiq Al amin selaku pembanding kedua yaitu penulis sangat berani mengambil langkah untuk menulis siapa-siapa saja Kiai-Kiai Khos di Belakang Gusdur, padahal jarang sekali ada orang yang berani mengungkap siapa saja Kiai Khos di Belakang Gusdur.
Pewarta: Ira Wahyu Lestari
Editor: Munawir Muslih
Untuk mendapatkan berita dan tulisan ter-update dari kami bisa bergabung ke grup Telegram melalui link berikut (KLIK DISINI)







Respon (5)