Esai

Menyoal Tentang AHWA pada Konfercab XII PCINU Mesir

×

Menyoal Tentang AHWA pada Konfercab XII PCINU Mesir

Sebarkan artikel ini
Menyoal Tentang AHWA pada Konfercab XII PCINU Mesir
K.H. Mukhlason Jalaluddin, Lc., M.M (Rois Syuriah PCINU Mesir)

Urupedia Pada acara Konfereni Cabang (Konfercab) ke-XII PCINU Mesir terdapat beberapa hal baru, salah satunya adalah adanya AHWA dalam proses penjaringan dan seleksi calon Ketua Tanfiziah serta pemilihan Rais Syuriah. Lantas, siapa itu AHWA, apa saja kriterianya serta fungsi dari AHWA tersebut?

AHWA merupakan singkatan dari Ahlul Halli Wal ‘Aqdi atau disebut juga dengan Ahl al-Syura, Al Syaukah, Al Ikhtiya, dan lain-lainnya. AHWA dirumuskan oleh para ahli fikih politik sebagai orang yang memiliki kewenangan untuk memutuskan serta menentukan sesuatu atas nama umat.

Di tubuh PCINU Mesir, mereka yang terpilih menjadi anggota AHWA merupakan kalangan profesional dan berpengaruh yang telah mengabdikan diri untuk kepentingan NU selama bertahun-tahun. Tentunya, mereka yang terpilih dalam tubuh AHWA tidak hanya memiliki pengalaman dan pengetahuan dalam bidang agama saja, namun juga dalam bidang ekonomi, birokrasi pemerintahan, dan lain-lain.

Adapun fungsi AHWA pada sesi Konfercab XII, yakni sebagai penentu calon Ketua Tanfidziyah PCINU Mesir 2023-2025 yang akan dipilih oleh Nahdliyin Mesir dan pihak yang memiliki kewenangan memilih Rais Syuriah PCINU Mesir 2023-2025. Oleh sebab itu, posisi AHWA merupakan poros krusial dalam transisi kekuasaan di tubuh PCINU Mesir.

Pada kesempatan ini, pencalonan AHWA dibuka untuk umum dengan partisipasi masyarakat NU di Mesir untuk mencalonkan siapapun yang dikehendaki, kemudian hasil rekomendasi tersebut akan di-screening oleh para dewan steering comitte (SC) dengan jumlah yang termaktub dalam AD-ART. Dalam pasal 43 bab XIV menyatakan bahwa keanggotaan AHWA untuk Konferensi Cabang Istimewa berjumlah 7 orang. Adapun kriteria tercantum sebagai berikut;

Pertama, kriteria Umum, seorang  anggota AHWA merupakan orang yang berakidah ahlusunnah wal jamaah an-Nahdliyah, bersikap adil, alim, memiliki integritas moral, tawadhu’ (rendah hati), berpengaruh, dan memiliki pengetahuan untuk memilih pemimpin yang munadzim dan muharrik, serta wara’ dan zuhud.

Kedua, kriteria Khusus, syarat menjadi seorang AHWA harus memenuhi kriteria khusus berikut, memiliki kiprah dalam lingkungan PCINU Mesir, berpengaruh di lingkungan Masisir, minimal domisili di Mesir 7 tahun, tidak terlibat dalam politik praktis, dan tidak terlibat organisasi atau aktivitas ilegal.

Setelah melalui proses panjang dan telah dilakukan penjaringan oleh dewan steering comitte (SC), akhirnya ditetapkan tujuh anggota AHWA yang telah memenuhi dua kriteria pokok di atas pada Konfercab XII PCINU MESIR, di antaranya; K. Falih Abdul Ghani, K. Faiz Husaini, Lc., MA., K.H. Mukhlason Jalaluddin, Lc., M.M., K. Ali Irham, Lc. Dipl., Ahmad Rikza Aufarul Umam, Lc., Dipl., K. Ilman Abdul Haq dan Mu’hid Rahman, Lc, Dipl.

Dengan terpilihnya ketujuh anggota AHWA tersebut, kemudian diselengarakannya musyawarah AHWA yang dikoordinasi oleh Tim Ad-Hoc Pemilu Konfercab XII. Musyawarah tersebut dilaksanakan sebanyak dua kali, pada musyawarah pertama dilakukan guna untuk merumuskan calon Ketua Tanfidziyah, sementara musyawarah kedua dilaksanakan untuk menetapkan Rais Syuriah PCINU Mesir periode 2023-2025.

Walhasil, dengan dibentuknya AHWA pada Konfercab XII PCINU Mesir tahun ini memberi warna baru dan kesakralan dalam Pemilunya. Bukti kesuksesan tugas dan fungsi AHWA pun dapat kita lihat dengan telah ditetapkannya K.H. Mukhlason Jalaluddin, Lc., M.M., sebagai Rais Syuriah PCINU Mesir periode 2023-2025 pada 04 Maret 2023 di gedung Markaz Syekh Zaid, Hayy Sabi’.

Oleh: K.H. Mukhlason Jalaluddin, Lc., M.M (Rois Syuriah PCINU Mesir)