OpiniPolitik

Kehampaan (Kosong di Dalam) Parpol akan Membahayakan Indonesia?

×

Kehampaan (Kosong di Dalam) Parpol akan Membahayakan Indonesia?

Sebarkan artikel ini
Dok. Istimewa

Urupedia – Hampanya Partai Politik (Parpol), hancurnya republik, sungguh tidak ada satupun dalam ketatanegaraan di negara kita, dan seluruh lembaga tinggi negara yang tidak terkait dengan yang namanya partai politik, bagaikan hulu yang mengalir dan angin yang merebak kemana-mana tanpa batas.

Pertanyaannya? Seperti apakah wajah Indonesia jika tiap-tiap partai politik gagal membumikan ideologinya. Jika partai politik gagal memerankan peran dan fungsinya untuk apa partai politik tercipta?

Salahkan konstitusi negara kita? Salahkan sistem ketatanegaraan Indonesia? Jawabannya, TIDAK…. Karena kita punya Pancasila, kita ada UUD 1945, kita punya Bhineka Tunggal Ika, karena kita adalah negara yang tidak tercipta instan. Kita harus mencecerkan darah untuk berdiri, untuk menjadi satu negara yang amat luas yaitu NKRI. Dan kita pun banyak anak bangsa pintar di tiap ujung Negeri.

Karena sesungguhnya, masalah pertama yang sangat mendasar adalah penyakit hati, dimana egoisme telah mengalahkan ketulusan hati nurani para pelaku organisasi partai politik, sebagai penyebab Utama “Kehampaan Partai Politik”.

Dalam proses meraih cita-cita partai untuk mendapatkan kekuasaan, jauh dari sifat  kenegarawanan dan nyaris tidak terlihat dari tiap-tiap elit partai politik, sebagai penunjang jalanya organisasi partai, struktural partai yang tersebar pada tiap tingkatannya pun lebih mengerikan.

Sebuah pemandangan yang memilukan, teriak lantang kaum grassroot dengan mengibarkan bendera seolah membenarkan polah tingkah elit partainya, sebuah ketidaktahuan yang dipaksakan, mereka hanya berlandaskan selembar kertas ”SK Kepengurusan” yang mampu dalam sekejap merubah siapapun menjadi “Politisi” (pada akar rumput tiap partai terkadang SK dianggap sebagai alat penghalal atas nama partai).

Banyaknya Kader-kader yang kurang memahami dan tidak mau memahami fungsi dan peran partai pada tingkatnya, serta gagal memaknai perintah AD-ART partainya. Hal ini pun mengakibatkan ”lost control” kerja yang tidak terprogram dengan baik, cenderung sepotong-sepotong dan tidak pernah tuntas. Musyawarah pun selalu mentah, karena selalu melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Yang ironis lagi menjelang Pemilu 2024, proses pencalegkan yang seharusnya mengajak dan melibatkan masyarakat, dalam proses rekruitment untuk membumikan cita-cita partai, malah dianggap sebagai bursa lapangan kerja, agar dapat bersama-sama menikmati uang negara.

Kehampaan (kosong di dalam) partai politik inilah yang akan membahayakan Indonesia. Sebab apapun itu sebuah partai politik ada keterkaitan pada tiap tingkatannya, yang sangat menentukan jayanya sebuah partai politik dalam meraih kekuasaan.

jika partai politik gagal mengembalikan fungsi dan peran pada rel yang benar, dengan tetap menjunjung tinggi kebersamaan dan gotong royong. Sampai kapanpun kita tidak akan pernah melihat Ibu Pertiwi tersenyum, bahkan menangis melihat Indonesia dikelola dan dijalankan oleh orang-orang yang salah, yang dimenangkan oleh berkibarnya bendera partai, dan tumpulnya politik pada hakikat sederhananya adalah diciptakan bersama-sama, untuk kebersamaan demi kepentingan orang banyak dan mensejahterakannya, bukan untuk saling menyerang demi kepentingan kelompok dan golongan.

Bagaimana menurut Anda..??

(Baret Mega Lanang)