Feature

Biografi Syekh Ramadhan Al-Buthi, Sang Sahid Al-Mimbar

×

Biografi Syekh Ramadhan Al-Buthi, Sang Sahid Al-Mimbar

Sebarkan artikel ini
Biografi Syekh Ramadhan Al-Buthi, Sang Sahid Al-Mimbar
Foto syekh Sa’id Ramadhan Al-Buthi

UrupediaDr. Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi (Arab: محمد سعيد رمضان البوطي) atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ramadhan al-Buthi merupakan ilmuan Islam sekaligus ulama tersohor dunia. Beliau lahir di perkampungan bernama Jailka, perbatasan utara Suriah-Turki-Irak, tepatnya di Pulau Ibnu Omar (Pulau Butan) Turki  pada tahun 1929 / 1347 M.

Al-Buthi lahir ditengah keluarga agamis keturunan suku Kurdi. Ayahnya bernama Syaikh Mulla Ramadhan Al-Buthi yang merupakan seorang ulama kharismatik. Ketika al-Buthi berumur 4 tahun, ayahnya memboyongnya bermigrasi ke Damaskus, Suriah karena di Turki sedang terjadi peristiwa kudeta oleh Kemal Attaturk.

Pendidikan

Al-Buthi memperoleh pendidikan pertama dari ayahnya sendiri yang merupakan seorang ulama. Mulanya Al-Buthi belajar mengenai Akidah, kemudian sirah nabawiyah, ilmu nahwu-shorof dan berbagai ilmu lain. Al-Buthi kecil pun telah nampak sangat cerdas. Hal tersebut dapat dilihat dari kemampuannya menghafal 1000 bait Alfiyah Ibn Malik pada usia 4 tahun dan hafal Al-qur’an pada usia 6 tahun.

Sementara itu, al-Buthi remaja bersekolah di wilayah Meidan, Damaskus, yakni di Madrasah At-Tawjih al-Islami. Selepas tamat dari ma’had tersebut, pada tahun 1953 M beliau melanjutkan studinya pada fakultas ilmu Syariah di Universitas Al-Azhar, Mesir.

Sedangkakan untuk pendidikan diplomanya (setara S2), beliau melanjutkan di fakultas Bahasa Arab dan lulus dengan predikat mumtaz syaf ‘ula pada tahun 1956. Adapun disertasi yang ia tulis berjudul Dlawabith Al-Mashlahah Fi Asy-Syari’at Al-Islamiyyah (Konsep Maslahah Dalam Syariat Islam) dan mendapatkan rekomendasi dari guru-gurunya untuk dipublikasikan.

Karir Mengajar dan Dakwahnya

Setelah lulus dari kuliah bahasa Arab-nya, al-Buthi diminta menjadi asisten pengajar di Fakultas Syar’iah Universitas Damaskus pada tahun 1960. Kemudian beliau melanjutkan studi doktoralnya di Universitas Al-Azhar pada bidang Ushul Syari’ah. Al-Buthi akhirnya berhasil meraih gelar profesor pada tahun 1965.

Adapun pada tahun 1975, al-Buthi diangkat menjadi wakil fakultas Syariah di Universitas Damaskus. 2 tahun berselang, beliau langsung dipercaya menjabat sebagai Dekan Fakultas Syari’ah Universitas Damaskus. Selanjutnya al-Buthi dipercaya sebagai Ketua Jurusan Aqidah dan Agama di universitas yang sama.

Selain kesibukannya menjadi pemangku jabatan, al-Buthi sibuk mengabdikan diri dalam membina ribuan jamaah majlis ta’lim. Beliau banyak menyampaikan kajian–kajian kitab di masjid-masjid, radio maupu televisi. Adapun beberapa progam kajian beliau antara lain:

  • La Ya`tihi al-Bathil di Stasiun TV Syam dan Stasiun TV Shani’u al-Qarar
  • Dirasat Qur`aniyyah di stasiun TV Suriah
  • Syarh Kitab Kubra al-Yaqiniyyat al-Kauniyyah di stasiun TV Suriah
  • Masyahid wa ‘Ibar di stasiun TV ar-Risalah
  • Fiqh Sirah di stasiun TV Iqra
  • Syarh al-Hika al-‘Atha`iyyah di stasiun TV Shufiyyah
  • Al-Jadid fi I’jazi al-Qur’an al-Karim di stasiun TV Iqra
  • Hadza Huwa al-Jihad ada di stasiun TV Azhar
Pandangan-pandangan  al-Buthi

Al-Buthi merupakan ulama ahlussunnah wal jama’ah bermadzhab syafi’i, dan bermanhaj Asy’ari pada bidang Tauhid. Beliau merupakan tokoh moderat yang yang getol membendung radikalisme Islam. Hal tersebut dapat dilihat dalam karyanya berjudul As-Salafiyyah; Marhalah Zamaniyyah Mubarokah la Mazhab Islamiyun dan Al-La Mazhabiyyah: Akhtoru Bid’atin Tuhaddidus Syariah Islamiyyah.

Adapun pandangan politik beliau sangat bertolak belakang dengan pandangan politik Ikhwanul Muslimin. Al-Buthi menegaskan esensi dari jihad kedalam karyanya berjudul Al-Jihad fi Islam guna meluruskan pandangan generasi muda agar tidak terjerembab kedalam politik teroris berkedok jihad. 

Karya

Al-Buthi merupakan ulama yang sangat produktif. Lebih dari 60 karya  telah beliau tulis, yakni mencakup ilmu syariah, tasawwuf, sastra, filsafat, dan lain-lain. Banyak dari karyanya menjadi rujukan penting dalam khazanah keilmuan islam khususnya di pondok-pondok pesantren. Seperti halnya kitab beliau yang berjudul Dhawabith al-Mushlihah fi asy-Syari’ah al-Islamiyyah dijadikan sebagai rujukan primer Bahtsul Masail. Banyak juga dari karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain.

Adapun beberapa karya beliau diantaranya:
  • al-Bidayat Bakurah A’mali al-Fikriyyah
  • at-Ta’arruf ‘ala adz-Dzat Huwa ath-Thariq al-Mu’abbad ila al-Islam
  • al-Madzahib at-Tauhidiyyah wa al-Falsafat al-Mu’ashirah
  • La Ya’tihi al-Bathil – Kasyfu li Abathili Yakhlatiquha wa Yalshiquha Ba’dhahum bi Kitabillah ‘Azza wa Jalla’
  • Barnamij Dirasat Qur’aniyyah (3 Juz)
  • Manhaj al-Hadharah al-Insaniyyah fi al-Qur’an
  • Min Rawa’i`i al-Qur’an al-Karim
  • Kalimat fi Munasabat
  • al-Hikam al-‘Atha`iyyah Syarh wa Tahlil (4 Juz)
  • Hadza Ma Qultuhu Amama Ba’dha ar-Ru`asa wa al-Muluk
  • Masyru’at Ijtimaiyyah
  • Yughalithunaka Idz Yaqulun
  • al-Islam wa al-‘Ashr Tahdiyat wa Afaq (Hiwar li Qarnin Jadid)
  • Urubbah min at-Taqniyyah ila ar-Ruhaniyyah -Musykilatu al-Jusr al-Maqthu’ (dalam bahasa Arab dan Inggris)
  • Kubra al-Yaqiniyyat al-Kauniyyah (Wujud al-Khaliq Wazhifatu al-Makhluq)
  • Syakhshiyyat Istauqafatni
  • Hurriyatu al-Insan fi Zhilli ‘Ubudiyyatihi Lillah (Silsilatu Hadza Huwa al-Islam)
  • Allah am al-Insan Ayyuhuma Aqdar ‘ala Ri’ayati Huquq al-Insan?
  • Al-Lamadzhabiyyah Akhtharu Bid’ah Tuhaddid asy-Syari’ah al-Islaiyyah
  • Tajribatu at-Tarbiyyah al-Islamiyyah fi Mizani al-Bahts
  • Silsilah Abhats fi al-Qimmah
  • Dhawabith al-Mushlihah fi asy-Syari’ah al-Islamiyyah
  • Qadhaya Fiqhiyyah Mu’ashirah (2 Juz)
  • Muhadharat fi al-Fiqh al-Muqaran
  • Ma’a an-Nas Masyurat wa Fatawa (2 Juz)
  • al-Jihadu fi al-Islam: Kaifa Nafhamuhu? wa Kaifa Numarisuhu?
  • Siyamand Ibnu al-Adghal
  • Hadzihi Musykilatuhum
  • Hadzihi Musykilatuna
  • Min al-Fikr al-Qalb
  • Hiwar Haula Musykilat Hadhariyyah
  • ‘Ala Thariqi al-‘Audah ila al-Islam, Rasm li al-Manhaj, wa Hall limusykilat
  • Naqdhu Auhami al-Madiyati al-Jaldiyyah
  • al-Mar`atu Baina Tughyani an-Nizhami al-Gharbi wa Latha`ifu at-Tasyri` ar-Rabbani
  • al-Insan Masir am Mukhayyar?
  • Fiqhus Sirah: Dirasat Manhajiyyah ‘Ilmiyyah li Siratil Musthafa ‘alaihish Shalatu was Salam

Wafat

Syekh Ramadhan al-Buthi wafat akibat serangan bom bunuh diri yang dilakukan oleh kelompok teroris-ekstrem pada Kamis malam tanggal 21 Maret 2013 ketika Al-Buthi sedang memberikan kajian rutin malam Jum’at di masjid Masjid Jami’ Al-Iman, Mazraa, Damaskus. Al-Buthi tutup usia pada umur 84 tahun.

Index