KesehatanMozaik

Ahli ungkap Manfaat Shalat Tarawih Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

×

Ahli ungkap Manfaat Shalat Tarawih Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Sebarkan artikel ini
Ahli ungkap Manfaat Shalat Tarawih Bagi Kesehatan Fisik dan Mental
Ilustrasi Berangkat Tarawih-Pixabay-omarsiddiqui39

Urupedia Selain menjalankan ibadah puasa, di bulan Ramadan umat muslim juga dianjurkan untuk melaksanakan shalat tarawih, meningkatkan sedekah, dan melakukan i’tikaf di masjid sambil membaca Al-Qur’an.

Shalat tarawih diyakini memberikan kesejahteraan spiritual dan psikologis yang luar biasa bagi yang melaksanakannya, meskipun membutuhkan upaya fisik dan mental yang besar.

Lebih lanjut, Dokter dan presiden Islamic Research Foundation International, Ibrahim B Syed, dalam tulisannya tentang manfaat kesehatan dari shalat tarawih yang dipublikasikan di situs web IRFI, menyebutkan berbagai manfaat shalat tarawih untuk kesehatan fisik, emosional, dan mental.

Menurut Syed, Shalat Tarawih, seperti shalat lainnya dalam Islam, memiliki efek yang sama pada tubuh dan pikiran seperti olahraga ringan. Oleh karena itu, tarawih dapat meningkatkan suasana hati, pikiran, dan perilaku, seperti yang dihasilkan oleh olahraga.

Selain itu, shalat tarawih juga menciptakan perasaan kesejahteraan dan energi yang lebih tinggi, mengurangi kecemasan dan depresi, memperbaiki suasana hati, serta meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri.

“Tidak hanya itu, shalat tarawih juga meningkatkan daya ingat pada orang lanjut usia, terutama dengan pengulangan ayat yang berulang-ulang,” ujar Syed yang dikutip dari PMJnews, pada Sabtu (06/4/2024).

Apalagi, kondisi pikiran yang rileks yang dicapai melalui tarawih mungkin sebagian disebabkan oleh respons kimiawi otak terhadap kombinasi aktivitas otot yang berulang-ulang dengan pengulangan kata-kata yang diucapkan selama periode waktu tertentu.

Latihan fisik, bersama dengan aktivitas lain seperti meditasi dan doa, mengakibatkan pelepasan neurotransmiter seperti endorfin dan enkefalin yang memiliki dampak positif pada otak.

Pelepasan enkefalin dan beta-endorfin (morfin endogen) bekerja pada sistem saraf pusat dan tepi, mengurangi rasa sakit dan memberikan efek menenangkan pada pikiran.

Enkefalin adalah salah satu zat mirip opiat yang paling kuat yang ditemukan secara alami di dalam tubuh. Endorfin juga memiliki efek analgesik, tetapi juga mengurangi dampak negatif stres, menimbulkan perasaan euforia, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Syed menambahkan, tarawih membantu mencapai respons relaksasi otak. Respons relaksasi adalah teori yang dikembangkan oleh profesor Harvard, Dr. Herbert Benson, yang mempelajari dampak spiritualitas terhadap kesehatan fisik.