Urupedia – KH. Sayyid Jamaluddin Assegaf Puang Ramma memiliki nama lengkap Allahu Yarham Syeikh Sayyid al-Habib Kiai Haji Jamaluddin Assegaf Puang Ramma al-Khalwatiyah Syaikh Yusuf al-Makassari al-Magfur Qaddasallahu Sirrah.
Beliau merupakan Mursyid Tarekat Khalwatiyah dan termasuk Perintis NU (Nahdlatul Ulama) di Tanah Bugis Makassar.
Lahir:
Beliau lahir pada tanggal 21 Juni 1919 Masehi, di Kilometer ke arah Utara Makassar. Tepatnya di Kampung Tambua, Kabupaten Maros, sekitar 12 dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Beliau lahir dari pasangan Sayyid Ahmad Hanbal dan Ibu Syarifah Mukminah yang sanadnya muttasil (bersambung) sampai Rasulullah Saw.
Ayah dan ibu beliau kemudian mempunyai empat orang anak laki-laki dan dua perempuan, yakni Abdul Hamid Assegaf Puang Cora, Abdul Majid Assegaf Puang Sikki, Abdul Rahman Assegaf Puang Tiga, Abdul Rahim Assegaf Puang Makka, Sayyidah Wahidah Assegaf dan Sayyidah Wihdah Assegaf.
Riwayat Pendidikan:
KH. Sayyid Jamaluddin Assegaf Puang Ramma mempelajari ilmu-ilmu dasar kepada ayahnya sendiri. Beliau juga mencari ilmu dengan diasuh oleh KH. Ahmad Abdur Rasyid di Pondok Pesantren Pulau Salemo.
Puang Ramma juga belajar ilmu bahasa Arab, tasawuf dan keilmuan Islam lain kepada KH. Muhammad, KH. Abdul Aziz, KH. Muhammad Sanusi, KH. Minahajje, KH. Cande, KH. Abu Baedah.
Jejak Karir:
KH. Sayyid Jamaluddin Assegaf Puang Ramma sendiri merupakan Mursyid Tarekat Khalwatiyah dan pada tahun 1948 merupakan salah satu pendiri Organisasi Robithatul Ulama (embrio lahirnya NU Sulawesi Selatan).
Pada tahun 1953 merintis Nahdlatul Ulama di Sulawesi Selatan, dan mulai tahun 1953 menjadi anggota Majelis Konsul PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) wilayah Sulawesi Selatan.
Beliau juga pernah terpilih mewakili Dewan Konstituante di Bandung pada tahun 1956-1959 bersama dengan KH. Muhammad Ramli.
Dalam karir politiknya, beliau juga pernah menjadi anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Partai NU di Sulawesi Selatan.
Puang Ramma juga pernah menjadi Rois Syuriah NU pada tahun 1977-1982. Dan pada tahun 1982 sampai akhir hayatnya, beliau menjadi Mustasyar NU Sulawesi Selatan.
Berdirinya NU di Sulawesi Selatan:
Atas prakasa KH. Ahmad Bone, KH. Muhammad Ramli KH. Jamaluddin Assegaf Puang Ramma dan tokoh-tokoh Ulama Sulawesi Selatan lainnya, pada 8 April 1950 mendirikan Rabithatul Ulama merupakan embrio kelahiran Nahdlatul Ulama di Sulawesi Selatan.
Kemudian pada tahun 1952, KH. Wahid Hasyim, Menteri Agama dan Ketua PBNU saat itu, memohon supaya para tokoh dan pengurus Rabithatul Ulama bergabung dengan NU.
Atas permohonan tersebut, akhirnya diterima oleh mereka, dan setelah bergabung dengan Nahdlatul Ulama, Rabithatul Ulama bubar dan terbentuklah NU di Sulawesi Selatan.
Penulis: Munawir Muslih
Editor: Ummi Ulfa.S
Sumber: Instgram @pcinumesir






