Mozaik

10 Motivasi dari Tokoh-Tokoh Nahdlatul Ulama

×

10 Motivasi dari Tokoh-Tokoh Nahdlatul Ulama

Sebarkan artikel ini

Urupedia Untuk menumbuhkan semangat diri dalam menjalani berkehidupan yang penuh cobaan ini, kita pastinya membutuhkan motivasi. Ada banyak orang yang memberikan motivasi kepada kita, salah satunya dari para tokoh Nahdlatul Ulama (NU).

Kata-kata bijak mereka pun juga banyak dikutip dan dijadikan motivasi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Ada pula kata-kata bijak dari tokoh NU ini yang dinilai relevan dengan kehidupan kita sendiri.

1. Siapa yang mengurus NU, saya menganggap santriku, siapa yang menjadi santriku saya doakan khusnul khotimah beserta keluarganya. (KH. Hasyim Asy’ari)

2. Mengajak kepada kebaikan dan amar ma’ruf nahi munkar tidak berarti definisi orang yang belum baik dan munkar. Bahkan sebaliknya, ngeman dan menyayanginya. (KH. Ahmad Mustofa Bisri)

3. Kita perlu bersyukur; betapapun kerasnya kehidupan, ada kasih sayang dan persaudaraan yang melembutkannya. (KH. Ahmad Mustofa Bisri)

4. Jika para pemuda sudah tumbuh akan kecintaannya kepada bangsa dan negara, maka bangsa ini tidak akan mudah dipecah belah. (Habib Lutfi Bin Yahya)

5. Santri kalau sudah pulang kampung dari tempat belajar/pondok pesantren harus berani istiqomah. (KH. Maimoen Zubair)

6. Semakin tinggi ilmu seseorang, maka semakin besar rasa toleransinya. (KH. Abdurrahman Wahid).

7. Tidak tahu bukanlah cacat dan mengaku tidak tahu bukanlah hal yang buruk. Yang cacat dan buruk itu: tidak tahu, tidak mencari tahu, dan sok tahu. (KH. Ahmad Mustofa Bisri)

8. Nilai dasar demokrasi adalah memanusiakan manusia dan mengaturnya, agar pola hubungan manusia itu dapat saling menghormati perbedaan dan mampu bekerja sama, sehingga menciptakan kesejahteraan bersama. (KH. Wahab Hasbullah)

9. Kebaikan seorang santri tidak dilihat ketika dia berada di pondok, melainkan setelah dia menjadi alumni. Kamu tinggal buktikan hari ini, bahwa kamu adalah santri yang baik. (KH. Abdurrahman Wahid)

10. Memuliakan manusia berarti memuliakan penciptanya. Merendahkan dan menistakan manusia berarti merendahkan dan menistakan penciptanya. (KH. Abdurrahman Wahid).

Editor: Munawir

Advertisements

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *