Urupedia – Pastinya kalian pernah merasa senang yang menggebu-gebu? atau mungkin mendadak hati kalian merasa sempit, padahal segala kebutuhan telah terpenuhi, sandang, papan, pangan, pasangan, dan sebagainya. Namun, hidup merasa kosong dan tidak nikmat menjalankan aktivitas, bahkan ibadah sekalipun. Sudahkah kita mengecek apa yang salah pada diri kita?
Seperti namanya, hati (qalb) merupakan sesuatu yang senantiasa membolak-balik dan berubah-ubah. Bukan merupakan keanehan jikalau hati tiba-tiba merasa sempit, tiba-tiba merasa senang atau lapang, dengan sebab yang gagal seseorang fahami. Keadaan inilah disebut dengan maqam qobdh (sempit) dan maqam basth (lapang)
Kata “qobdh” sendiri berasal dari “inqibadh” yang berarti “menyempit” , sedangkan kata “basth” berarti “meluas”, “melapang”. Dua istilah ini ( qobdh dan basth) sering kali digunakan dalam tradisi tasawuf untuk mengacu pada sesak dan lapangnya dada seseorang, kegundahan dan kegembiraannya, ungkapan kecemasan dan harapan ( lihat Schimmel 1994: 251).
Tentu semua orang tidak lepas dari dua keadaan ini .Imam Abul Hasan As-Syadzili berkata :
القبض و البسط فلما يخلو العبد منهما و هما يتعاقبان كتعاقب الليل و النهار
“Qobdh dan basth, jarang sekali seorang hamba terlepas dari keduanya. Keduanya silih berganti sebagaimana silih bergantinya siang dan malam.’’
Maqam Qobdh
Lalu apa sebab-musabab dari maqam qobdh (sempit) itu sendiri? Dalam Syarah Al Hikam dijelaskan bahwa yang menjadi sebab maqam qobdh ada 3.
واسباب القبض ثلاث : ذنب احدثته، او دنيا ذهبت عنك او نقصت لك، او ظلم يؤدك فى نفسك او فى عرضك او بنسبتك لغير دين (شرح الحكم الجزء الاول)
“Yang pertama, karena dosa yang baru saja dilakukan, kedua berkurangnya atau hilangnya perkara dunia darimu, dan sebab yang ketiga karena perlakuan dholim seseorang yang mengakibatkan dirimu terluka bahkan jatuh harga dirinya serta menganggapmu dari golongan selain agamamu.”
Lantas hal apa yang harus kita lakukan jika kita mengalami maqam qabdh yang disebabkan 3 hal di atas?
Sebagai seorang hamba, sudah sepatutnya kita memperbaiki dan meningkatkan ubudiyah kita dan mengembalikan semua peristiwa pada ilmu yang telah kita miliki.
Dinukil dari Syarah Al-Hikam, ada beberapa adab seorang sohibul qobd (pelaku qobd) dalam menghadapi 3 macam sebab diatas, yakni:
1. اما فى الدنب فبالتوبة و الإنابة و طلب الإقالة؛
Adapun sebab pertama, yakni perbuatan dosa, maka adab sohibul qobdh adalah segera bertaubat dan inabah (kembali) kepada Allah Swt.
2 واما فيما ذهب عنك من الدنيا او نقص فبالتسليم و الرضا و الاحتساب؛
Sebab yang kedua, berkurangnya perkara dunia, maka serahkan semua kepada Allah dan ridalah atas apa yang menimpamu serta ambil perkara baiknya.
3 شرح الحكم الجزء الاول) .. واما فيما يؤدك به ظالم فالصبر ولاحتمال)
Sebab yang ketiga karena perlakuan dholim seseorang, maka bersabarlah serta ihtimal pada kondisi tersebut.
Namun tidak jarang kita mengalami maqam qobdh (sempit) tanpa kita ketahui sebab musababnya. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba hati berkabut, dan kalut, sehingga hal ini menimbulkan ke-muskilan (kesulitan) bagi pelakunya ( sohibul qobdh).
Maka pada maqam ini sebaiknya adab sohibul qobdh (pelaku qobdh ) adalah taslīm (berserah diri kepada Allah), hingga rentang waktu qobdh berlalu dengan sendirinya . Sebab jika sohibul qobdh mencari cari jalan keluarnya, justru ia akan bertambah kesempitannya karena ia menghadap waktu sebelum jatuh padanya.
Sehingga barangkali hal itu tergolong sū’ul-adab kepada Allah. Jika sohibul qobdh menyerahkan diri pada hukum waktu, maka dari dekat maqam qabdh tersebut akan menghilang.
Sesungguhnya Allah Swt. berfirman:
وَ اللهُ يَقْبِضُ وَ يَبْسُطُ وَ إِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
Artinya: “Dan sesungguhnya Allah menyempitkan dan melapangkan, dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” (al-Baqarah:245).
Maqam Basth
Membahas mengenai maqam basth (lapang), kadang basth datang seketika, tanpa si pelaku tahu sebabnya, sehingga ia pun terkejut. Lalu jalan yang harus sohibul basth (pelaku basth) tempuh, jika demikian, maka ia harus tenang dan menjaga adabnya. Karena pada waktu itu, ia sedang mengalami bisikan yang besar.
Menjaga kesopanan kepada Allah di masa lapang itu sulit. Sebab, di masa lapang itu ada bagian bagi hawa nafsu. Artinya, masa lapang itu sesuai dan sejalan dengan hawa nafsu.
Orang yang berada dalam kesenangan dikuasai oleh hawa nafsunya sehingga ia lupa diri dan terjerumus dalam sū’ul-adab (tidak sopan) kepada Allah. Kebahagiaan itu membuatnya lupa dari Allah dari melaksanakan kewajiban-kewajibannya kepada Allah. Akan tetapi sebaliknya, di masa kesempitan hawa nafsu tidak dapat mengambil bagiannya sedikit pun.
Basth adalah karunia Allah sedangkan qobdh adalah keagungan Allah, Jika seseorang terus berlatih menerima kondisi bast dan qobdh secara terus-menerus tanpa prasangka buruk, maka ia akan mencapai kondisi istiqamah dan keseimbangan (imbang rasa). Sehingga ia tidak goncang menghadapi dua hal yang bertolak belakang.
Setiap ujian menggugurkan tumpukan kotoran yang membuat ruang hati penuh sesak dengan prasangka, wahm, dan segala macam maksiat, hingga lama kelamaan ruang hati menjadi makin lapang. Lalu larik-larik cahaya-cahaya Ilahi yang semula tak bisa masuk karena hati telah penuh-sesak, kini pelan-pelan menyusup dan menyinari hati, menghidupkan kembali hati dan melapangkan dada.
Ingat! dalam pertolongan Allah melalui hal-hal yang tidak engkau sukai, yakni melalui hal-hal yang menyesakkan, ada hikmah yang halus terselip didalamnya.
Wallahu A’lam bisshawab.
Editor: Munawir






