Urupedia – Setiap manusia tentunya diberikan kewajiban untuk menimba ilmu sedalam-dalamnya, terutama bagi yang beragama Islam. Seperti yang pernah dijelaskan dalam suatu hadis yang artinya mencari ilmu ialah suatu yang sangat difardukan bagi seorang muslim maupun muslimat.
Kita diwajibkan mencari ilmu agar mudah dalam memecahkan persoalan dengan penuh pertimbangan, dan tidak mudah disesatkan. Dalam memahami ilmu, seseorang tidak cukup hanya memahami ilmu agama saja, tetapi juga harus memahami tentang ilmu-ilmu umum.
Karena ketika nantinya tiada lagi yang punya ilmu, maka akan terjadi kegelapan pada dunia ini seperti zaman jahiliyah dulu. Dalam suatu hadits shohih Imam Bukhari Muslim pernah dijelaskan :
إنّ الله لا يقبض العلم انتزاعا, ينتزعه من العباد, ولكن يقبض العلم بقبض العلماء, حتّى إذا هم يبق عالما, اتّخذ النّاس رؤسا جهّالا فسئلوا, فأفتوا بغير علم, فضلّوا وأضلّوا. متّفق عليه
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dari umat manusia dengan sekali cabut. Namun ia akan mencabut dengan mewafatkan para ulama (ahli ilmu). Sampai apabila Ia tidak menyisakan seorang alim, umat manusia akan menjadikan orang-orang yang bodoh sebagai pimpinan-pimpinan mereka. Mereka ditanya (oleh umatnya) lantas menjawab tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan. (Muttafaqun alaih)”
Selain itu, juga ada suatu hadits lagi yang isinya :
وقال ابن عباس في رواية : خرابها بموت فقهائها وعلمائها وأهل الخير منها. وكذا قال مجاهد أيضا : هو موت العلماء
“Ibnu Abbas berkata yang artinya : Berkurangnya bumi adalah dengan kematian fuqaha dan ulamanya, serta para ahli kebaikan darinya. Demikian pula Imam Mujtahid mengatakan : Berkurangnya bumi adalah kematian ulama’.”
Maka dari itu, sebagai umat islam kita harus bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mewarisi para ‘Alim Ulama’? Kita harus bisa menjadi generasi penerus ulama’, sehingga kita mampu menambal lubang yang ada di dalam agama islam.
Dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Ghazali, beliau pernah berkata :
إذا مات العالم ثلم في الإسلام ثلمة لا يسدها الا خلف منه
Artinya: “Jika satu ulama wafat, maka ada sebuah lubang dalam Islam yang tak dapat ditambal kembali kecuali oleh generasi penerusnya.’’
Editor : Ummi Ulfatus






