Urupedia – “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.” Kata-kata tersebut seringkali kita dengar bahkan secara tidak langsung pernah kita ucapkan. Ungkapan tersebut memiliki makna “lebih baik memberi daripada meminta.”
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Rasululllah Saw. bersabda:
الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى
Artinya: “Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah.”
Maksud dari “tangan di atas” adalah orang yang memberi. Sedangkan, “tangan di bawah adalah orang yang menerima atau meminta. Dalam hadis tersebut menegaskan bahwa memberi itu lebih baik daripada meminta.
Dilansir dari Youtube resmi @NUOnline terdapat penjelasan dari KH. Zakky Mubarak tentang etos kerja seorang muslim: memberi, bukan meminta.
Sebelum ke pembahasan inti, KH. Zakky Mubarak menuturkan bahwa tiada suatu kenikmatan atau makanan atau pun hal-hal lain yang lebih baik dari hasil usaha sendiri.
“Orang terbaik itu adalah orang yang menikmati sesuatu dari hasil usahannya sendiri, bukan pemberian dari orang lain,” jelasnya.
Beliau juga menjelaskan bahwa Nabiyullah Dawud as., adalah orang yang selalu menikmati hasil usahanya, dan ini merupakan salah satu etos kerja tingi dari seorang muslim. Sehingga mempunyai sebuah prinsip untuk tidak meminta bantuan. Bahkan sebaliknya: Dia bisa membantu.
“Hal ini akan mengantarkan umat Islam pada kemajuan yang luar biasa. Karena apa? Dia mempunyai prinsip yang ingin membantu. Tapi kalau kita semua ingin dibantu, kita menjadi bangsa yang rendah dan hina. Justru kita harus berusaha maksimal,” terangnya.
Beliau mengungkapkan bahwa hal seperti itu dapat membantu memenuhi kebutuhan kita dan keluarga, sehingga kita bisa membantu orang lain yang kesulitan.
“Itulah etos kerja dari seorang manusian muslim yang harus kita tegakkan dalam kehidupan kita sehingga Nabi menyatakan: Sekiranya Anda pergi ke puncak-puncak gunung mencari kayu bakar, kemudian kamu panggul kayu itu dan dijual, kemudian mendapatkan penghasilan, itu lebih baik daripada kamu meminta kepada orang lain baik diberi ataupun ditolak,” pungkasnya.
Editor : Ummi Ulfatus Sy






