Ekonomi

Ozberg.Work, Ketika Pakaian Tak Lagi Sekadar Dipakai, Tetapi Dihidupkan Kembali

×

Ozberg.Work, Ketika Pakaian Tak Lagi Sekadar Dipakai, Tetapi Dihidupkan Kembali

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi: Ozzberg Membuat Tas dari Celana tidak terpakai.

Urupedia.id- Di tengah industri fesyen yang bergerak cepat dan cenderung melupakan jejaknya sendiri, muncul praktik tandingan yang bekerja pelan namun bermakna yakni rework, upcycle, dan repair.

Dari ruang kerja sederhana, Ozberg.Work hadir bukan sebagai merek fesyen dalam pengertian arus utama, melainkan sebagai praktik etis—sebuah cara berpikir ulang tentang pakaian, material, dan nilai guna.

Ozberg.Work memulai kerja kreatifnya dari apa yang kerap dianggap selesai, pakaian bekas, material sisa, atau produk yang dianggap usang.

Melalui proses cut, stitch, dan reborn, setiap item mengalami transformasi—bukan untuk disamarkan sebagai barang baru, tetapi untuk diberi kehidupan kedua dengan identitas yang jujur.

Jahitan dibiarkan terbaca, potongan tidak selalu simetris, dan bekas pemakaian justru menjadi narasi.

Dalam setiap produk—mulai dari tas pinggang hasil rework hingga jaket upcycle—tersimpan filosofi kerja tangan (handmade) yang menolak produksi massal tanpa makna.

Ozberg.Work tidak menjanjikan kesempurnaan visual, tetapi menawarkan keunikan yang tak bisa direplikasi.

Setiap karya berdiri sebagai satu-satunya, lahir dari relasi antara material lama dan tangan pembuatnya.

Lebih dari sekadar estetika, praktik ini menyentuh persoalan yang lebih luas, keberlanjutan.

Modif dari Ozzberg

Di saat limbah tekstil menjadi salah satu masalah lingkungan paling serius, Ozberg.Work memilih jalur yang jarang dilirik—memperpanjang usia pakai, bukan mempercepat siklus buang.

Repair menjadi tindakan politis kecil; customize menjadi pernyataan identitas; dan upcycle menjadi kritik diam terhadap budaya konsumsi berlebih.

Yang menarik, Ozberg.Work juga membuka ruang partisipasi.

Konsumen tidak lagi sekadar pembeli, tetapi bagian dari proses yakni membawa pakaian lama, berdialog soal fungsi dan bentuk baru, lalu menyaksikan metamorfosisnya.

Di sini, fesyen kembali pada akar sosialnya—sebagai praktik relasi, bukan hanya komoditas.

Di tengah dominasi merek besar dan produksi seragam, Ozberg.Work berdiri sebagai pengingat bahwa kerja kreatif bisa berskala kecil namun berdampak panjang.

Bahwa pakaian tidak harus selalu baru untuk bernilai. Dan bahwa di tangan yang tepat, sesuatu yang dianggap usang dapat lahir kembali—dengan cerita yang lebih jujur, lebih manusiawi.

Jika ingin pesan bisa menghubungi akun instagram ozber.work atau menghubungi 081977314089

Ozberg.Work bukan sekadar tentang apa yang dikenakan, melainkan tentang bagaimana kita memilih untuk bertanggung jawab atas apa yang kita pakai.

Oleh: Krisna Wahyu Yanuar

Advertisements