Mozaik

Tradisi Ketupat Bulan Syawal, Inilah Asal-usulnya Menurut Agus Sunyoto

×

Tradisi Ketupat Bulan Syawal, Inilah Asal-usulnya Menurut Agus Sunyoto

Sebarkan artikel ini
urupedi media urup Tradisi Ketupat Bulan Syawal, Inilah Asal-usulnya Menurut Agus Sunyoto
Ilustrasi ketupat-mufid majnun-unsplash

Urupedia – Idul Fitri merupakan momentum yang sangat berharga bagi umat Islam di seluruh dunia, karena dalam Idul Fitri ini kita akan kembali pada kesucian (fitrah) tanpa dosa.

Idul Fitri tak lepas dengan tradisi kupatan. Tradisi ini dilangsungkan 7 hari setelah tanggal 1 Syawal atau hari raya ke-7.

Ketupat merupakan salah satu makanan yang terbuat dari beras kemudian dibungkus dengan daun kelapa muda yang dianyam, orang Jawa menyebutnya dengan ‘janur.’

Ketupat atau yang biasa diaebut kupat ini disajikan dengan berbagai menu, seperti sayur lodeh, opor ayam dan lain-lain.

Menurut Agus Sunyoto, ketupat tersebut merupakan tradisi asli dari Indonesia, di luar Indonesia tidak ditemukan. Sebenarnya, ketupat itu diambil dari sebuah hadits yang berbunyi:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْر

Man shoma ramadhana tsumma atba‘ahu syi’ta minsyawwalin fakaana shama kasiyaamidahron.

Artinya: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka seperti telah berpuasa selama setahun penuh.” (HR Muslim).

Orang yang melakukan puasa seperti itu disebut dengan kafah atau kafatan yang berarti sempurna. Kemudian, orang Indonesia menyebutnya kupat (ketupat).

Itulah yang menjadi sebab orang Indonesia setelah berpuasa Syawal, ada hari raya ketupat, yang artinya hari raya sempurna.

Penulis: Munawir Muslih
Editor: Ummi Ulfa. S
Sumber: NU Online

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *